Sejak meninggalkan grup fenomena global One Direction, Harry Styles telah membuktikan dirinya sebagai salah satu seniman paling berpengaruh di abad ke-21. Ia bukan sekadar penyanyi pop; ia adalah seorang bunglon musikal yang menggabungkan elemen rock klasik, indie pop, dan soul ke dalam karya-karyanya. Dengan estetika yang berani dan lirik yang jujur, Styles berhasil menciptakan ruang unik di industri musik dunia.
Menentukan sepuluh lagu terbaik dari diskografinya bukanlah tugas mudah. Namun, daftar berikut mewakili evolusi artistik Harry, mulai dari debut solonya yang ambisius hingga dominasi global melalui album terbaru. Berikut adalah sepuluh lagu Harry Styles yang mendefinisikan karier gemilangnya.
1. Sign of the Times
Lagu ini merupakan pernyataan pertama Harry sebagai artis solo pada tahun 2017. Berdurasi lebih dari lima menit, “Sign of the Times” adalah balada rock epik yang mengingatkan kita pada kemegahan David Bowie atau Prince.
Secara musikal, lagu ini membangun intensitas secara perlahan dari dentuman piano hingga klimaks yang penuh dengan distorsi gitar dan vokal falsetto yang kuat. Harry memilih untuk tidak mengikuti tren pop elektronik saat itu, melainkan menghidupkan kembali nuansa soft rock era 70-an. Langkah berani ini langsung menempatkannya sebagai musisi yang patut diperhitungkan secara serius oleh para kritikus musik dunia.
2. Watermelon Sugar
Jika ada lagu yang bisa mendefinisikan suasana musim panas modern, maka itu adalah “Watermelon Sugar”. Lagu ini meledak secara global dan menjadi salah satu hit terbesar dalam kariernya.
Dalam narasinya, lagu ini penuh dengan metafora tentang euforia dan kebahagiaan. Aransemen instrumen tiup (brass section) yang ceria memberikan nuansa retro-pop yang segar. Harry menunjukkan kemampuannya menciptakan lagu yang sangat mudah diingat (catchy) tanpa mengorbankan kualitas produksinya yang organik. Lagu ini juga berhasil memberikan Grammy pertama bagi Harry untuk kategori Penampilan Solo Pop Terbaik.
3. As It Was
Sebagai lagu pembuka untuk era album Harry’s House, “As It Was” memecahkan berbagai rekor streaming di seluruh dunia. Lagu ini menangkap perasaan melankolis di balik irama synth-pop yang energetik.
Secara lirik, lagu ini sangat personal, membahas tentang perubahan hidup, kesepian, dan metamorfosis diri. Penggunaan suara intro dari anak baptisnya memberikan sentuhan intim yang jarang ditemukan pada lagu-lagu hit nomor satu. Kontras antara musik yang mengajak berdansa dan lirik yang introspektif menjadikan lagu ini sebuah mahakarya pop modern yang sangat cerdas.
4. Adore You
“Adore You” adalah contoh sempurna dari kemampuan Harry dalam menulis lagu cinta yang tulus namun tetap terdengar keren. Lagu ini memiliki alur bas yang sangat kuat dan ritme yang mengajak pendengar untuk terus bergerak.
Dalam penyampaiannya, Harry menggunakan gaya vokal yang lebih santai namun tetap penuh penjiwaan. Kampanye pemasaran lagu ini yang menggunakan pulau fiksi bernama Eroda juga menambah kedalaman narasi artistiknya. Lagu ini membuktikan bahwa Harry mampu mengemas tema dedikasi dan kasih sayang ke dalam produksi musik yang sangat rapi dan berkelas.
5. Falling
Bagi penggemar yang menyukai sisi emosional Harry Styles, “Falling” adalah puncaknya. Balada piano ini menunjukkan kerentanan seorang bintang besar yang sedang mempertanyakan jati dirinya.
Secara vokal, Harry memberikan salah satu penampilan terbaiknya di lagu ini. Ia tidak ragu untuk menunjukkan suara yang pecah karena emosi, yang justru menambah kejujuran dari lagu tersebut. Liriknya mengeksplorasi rasa penyesalan dan ketakutan akan kehilangan diri sendiri. “Falling” telah menjadi lagu wajib yang selalu berhasil membuat suasana konser menjadi penuh haru dan reflektif.
6. Kiwi
“Kiwi” adalah sisi liar Harry Styles. Lagu ini murni merupakan lagu hard rock yang penuh dengan energi kasar, teriakan vokal, dan petikan gitar elektrik yang agresif.
Secara performa, lagu ini menjadi bukti bahwa Harry memiliki jiwa seorang rockstar sejati. Ia sering menggunakan lagu ini sebagai penutup konser untuk meledakkan energi penonton. Melalui lagu ini, Harry mendobrak batasan bahwa seorang mantan anggota boyband tidak bisa membawakan musik rock yang autentik. “Kiwi” tetap menjadi favorit penggemar setia karena energinya yang tak tertandingi.
7. Golden
Menjadi lagu pembuka album Fine Line, “Golden” memberikan rasa kebebasan dan sinar matahari. Lagu ini didominasi oleh harmoni vokal yang indah dan tempo yang dinamis.
Secara musikal, lagu ini sangat cocok didengarkan saat berkendara menyusuri pantai. Ia menangkap perasaan penuh harapan namun tetap memiliki sedikit rasa takut akan patah hati. Harry berhasil menciptakan atmosfer yang luas dan terbuka dalam lagu ini, menjadikannya salah satu lagu pop paling menyenangkan untuk didengarkan berulang kali tanpa merasa bosan.
8. Matilda
Diambil dari album Harry’s House, “Matilda” adalah lagu folk akustik yang sangat menyentuh. Lagu ini ditujukan kepada seseorang yang memiliki hubungan sulit dengan keluarganya.
Secara lirik, Harry bertindak sebagai pencerita yang empatik. Ia memberikan pesan bahwa tidak apa-apa untuk melepaskan masa lalu dan membangun “keluarga” baru yang lebih sehat. Kesederhanaan aransemen gitar akustiknya membuat pesan dalam lirik terasa lebih tajam dan langsung sampai ke hati pendengar. Lagu ini menunjukkan kematangan Harry sebagai penulis lagu yang peduli pada isu-isu emosional yang mendalam.
9. Fine Line
Sebagai lagu penutup dari album dengan judul yang sama, “Fine Line” adalah sebuah perjalanan musikal berdurasi enam menit. Lagu ini dimulai dengan petikan gitar akustik sederhana dan berakhir dengan orkestrasi megah yang melibatkan terompet dan drum.
Secara struktur, lagu ini menggambarkan naik turunnya sebuah hubungan. Kalimat “We’ll be a fine line” yang diulang-ulang memberikan kesan optimisme di tengah ketidakpastian. Keberanian Harry untuk menutup album dengan lagu yang memiliki struktur tidak konvensional menunjukkan visinya yang idealis sebagai seorang seniman sejati.
10. Late Night Talking
Lagu ini membawa nuansa R&B dan funk era 80-an yang sangat kental. “Late Night Talking” adalah lagu yang ceria, ringan, dan sangat mudah membuat siapa pun yang mendengarnya ikut bergoyang.
Secara produksi, penggunaan synthesizer yang hangat dan seksi membuat lagu ini terasa sangat intim sekaligus menyenangkan. Lagu ini merayakan percakapan tanpa akhir dengan orang tersayang hingga larut malam. Harry membuktikan bahwa ia bisa tetap relevan dengan suara-suara retro yang dikemas secara modern, memastikan posisinya sebagai raja pop saat ini tidak tergoyahkan.
Kesimpulan
Karier Harry Styles adalah perjalanan eksplorasi tanpa batas. Dari rock epik hingga pop yang intim, ia telah membuktikan bahwa kualitas musikalitas dan kejujuran lirik adalah kunci keberlanjutan seorang artis. Sepuluh lagu di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban yang ia ciptakan, namun cukup untuk menggambarkan mengapa ia begitu dicintai.
Pada akhirnya, Harry Styles terus menginspirasi banyak orang untuk berani menjadi diri sendiri melalui musiknya. Manakah dari lagu-lagu di atas yang menjadi lagu favorit sepanjang masa Anda?
